Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi daya perbesaran teleskop?

Daya perbesaran teleskop adalah salah satu faktor yang sering ‘menipu’ kita. Biasanya kita mengira bahwa semakin besar daya perbesaran, semakin bagus pula suatu teleskop. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. Oleh karena itu, kita perlu memahami apa saja yang mempengaruhi daya perbesaran sebuah teleskop.

Panjang fokus

Panjang fokus adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya di teleskop dari lensa atau cermin objektif (lensa atau cermin yang paling dekat dengan objek) ke titik di mana cahaya itu mencapai fokus (bidang fokus). Untuk menentukan berapa besar daya perbesaran yang dapat diberikan oleh teleskop dengan eyepiece apapun, bagilah panjang fokus teleskop dengan panjang fokus eyepiece.

Misalnya: kita memiliki eyepiece dengan panjang fokus 20 milimeter serta teleskop Bresser Quasar 90/900 dengan panjang fokus 900 milimeter. Maka, susunan ini menghasilkan daya perbesaran sejumlah 45 kali (900/20). Eyepiece yang sama pada teleskop dengan panjang fokus 1800 milimeter akan menghasilkan perbesaran sebesar 90 kali (1800/20).

Rasio Fokus

Teleskop dinilai dengan angka rasio fokus (f-ratio). Saat kita melihat katalog teleskop, produk tersebut diberi spesifikasi seperti (6″ f/5). Ini berarti teleskop memiliki (diameter) bukaan 6 inci dan rasio fokus 5. Layaknya pada kamera, rasio fokus hanya mewakili kecepatan optik. Semakin kecil angka f, semakin cepat optiknya. Maksudnya adalah, untuk mengumpulkan sejumlah cahaya tertentu, optik dengan angka f yang lebih kecil tidak membutuhkan waktu sebanyak optik dengan angka f yang besar. Lantas, apa hubungannya dengan perbesaran?

Dengan sebuah eyepiece tertentu, rasio fokus yang cepat (f/3 sampai f/5) memberikan daya perbesaran yang rendah, medan pandang yang lebih luas, serta citra yang lebih terang. Karena citra yang lebih terang dan bidang pandang yang lebih luas ini, rasio fokus yang cepat bagus untuk mengamati objek-objek langit dalam (objek di luar Tata Surya selain bintang) dan dapat memberikan medan pandang yang lebar. Sebaliknya, rasio fokal yang lambat (f/6 ke atas) memberikan daya perbesaran yang lebih tinggi dan bidang pandang yang lebih sempit. Rasio fokus yang lambat unggul dalam mengamati Bulan, planet dan bintang ganda.

Tidak tahu panjang fokus teleskop kita?

Jika panjang fokus teleskop kita tidak tercetak di teleskop, kita dapat menentukannya dengan mengalikan rasio fokus dengan diameter bukaan. Jika kita memiliki teleskop dengan spesifikasi f/10 90 cm, maka panjang fokusnya adalah 90 cm x 10 = 900 cm.

Tidak tahu rasio fokus teleskop kita?

Jika rasio fokus teleskop kita tidak tercetak di teleskop, kita dapat menentukannya dengan membagi panjang fokus dengan diameter bukaan. Jika teleskop kita memiliki panang fokus 900 cm dan bukaan 90 cm, maka rasio fokalnya adalah 900/90 = 10 atau dapat ditulis f/10.

Sebelum meninjau hubungan antara daya perbesaran dengan diameter bukaan teleskop, kita perlu memahami konsep seeing. Seeing adalah istilah yang digunakan oleh para astronom untuk menggambarkan kualitas (transparansi) atmosfer pada malam tertentu. Atmosfer Bumi sangat dinamis. Hampir setiap malam, bintang-bintang berkelap-kelip. Hal ini disebabkan oleh cahaya bintang yang terbelokkan ketika melalui atmosfer yang terus berubah-ubah. Secara umum, kelap-kelip = nilai seeing yang besar (buruk). Daya perbesaran yang kuat hanya berguna pada malam dengan nilai seeing yang baik, ditandai dengan bintang-bintang yang berkelip sesedikit mungkin.

Batas daya perbesaran yang dapat digunakan

Ada rumus sederhana yang digunakan untuk menentukan seberapa banyak daya perbesaran yang “bisa digunakan”. Secara umum, dengan seeing yang baik, batasnya adalah 50x / inci dikalikan dengan diameter bukaan. Jadi, bukaan 6 inci akan memungkinkan daya perbesaran hingga sebesar 300x (6 x 50). Namun, pada perbesaran 300x di teleskop 6 “, fokus susah didapatkan. Kecuali kita memiliki dudukan sekokoh batu, maka semakin sulit untuk mengamati benda langit. Bahkan, getaran yang sangat akan menyebabkan objek bergeser jauh saat dilihat melalui eyepiece. Memang benar bahwa jika kita menggunakan lensa Barlow (lensa yang mengalikan daya perbesaran menjadi dua atau tiga kalinya), kita bisa mendapatkan perbesaran 600x atau 900x. Namun, perbesaran ini akan sangat susah untuk digunakan.

Dalam prakteknya, pada hampir setiap malam, rumus 25x sampai 30x / inci jauh lebih realistis.

Simpulan

Jadi, seperti yang bisa kita lihat, ada banyak faktor yang mengatur daya perbesaran yang bisa digunakan. Dalam analisis akhir, seperti kebanyakan pengamat, kita akan mendapati bahwa citra yang paling menyenangkan dan indah seringkali berasal dari medan pandang luas (daya perbesaran rendah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *