Apa sebenarnya teleskop itu?

Definisi yang paling sederhana adalah; sebuah alat yang mengumpulkan cahaya dan memfokuskan cahaya itu menjadi sebuah citra. Selain itu, citra yang dihasilkan bisa diperbesar.

Alat ini juga disusun sedemikian rupa pada dudukan (mounting), sehingga bisa diarahkan dari sebuah objek ke objek lainnya. Mari kita bahas lebih lanjut.

Kemampuan teleskop untuk mengumpulkan cahaya bergantung pada:

Bukaan (aperture)

Semakin besar optik primer (lensa atau cermin terbesar pada teleskop), maka semakin banyak cahaya yang terkumpul.

Kualitas optik

Cermin yang lebih reflektif (memantulkan banyak cahaya) dan lensa yang lebih transmisif (melewatkan banyak cahaya) memungkinkan semakin banyak cahaya yang diteruskan ke mata pengamat.

Kontras

Semakin besar daya serap permukaan dalam tabung teleskop, maka semakin sedikit cahaya yang akan disalurkan oleh tabung tersebut. Akibatnya, citra yang dihasilkan memiliki kontras yang lebih baik (latar belakang yang lebih gelap dibandingkan dengan objek yang diamati). Latar belakang yang lebih gelap berarti kita dapat melihat lebih banyak objek. Susunan optik yang tidak dirancang dengan benar dapat mengurangi kontras, sehingga kualitas citra berkurang.

Kolimasi (keselarasan komponen optik)

Walaupun Anda memiliki optik terbaik, jika tidak diselaraskan dengan benar, maka daya kumpul cahaya oleh teleskop akan berkurang.

Kemampuan teleskop untuk memfokuskan cahaya dengan benar bergantung pada:

Kolimasi

Seberapa bagus keselarasan optik-optik dalam teleskop.

Kualitas optik dari eyepiece (lensa terdekat dengan mata)

Mekanisme fokus

Dibutuhkan focuser (pengatur fokus) yang halus dan memungkinkan penyesuaian kecil. Focuser ini juga harus terselaraskan dengan benar untuk melakukan penentuan fokus yang terbaik.

Susunan teleskop yang baik memiliki karakteristik berikut:

Nyaman dipakai

Teleskop tidak bergeser atau terpental ketika terpasang secara diam di atas mounting (dudukan).

Kokoh

Baik saat Anda mengarahkan maupun memfokuskan teleskop, dudukannya harus cukup kuat untuk meredam getaran dengan cepat. Jika tidak kokoh, maka getaran ini tampak di eyepiece. Semakin besar ukuran teleskop, dibutuhkan dudukan yang semakin besar dan kokoh pula. Tanpa dudukan yang sesuai, teleskop terbaik sekalipun menjadi tidak berguna.

Gerakan halus

Dudukan dapat menggerakkan tabung teleskop secara mulus dari satu objek ke objek lainnya.

 

Jadi, sebaiknya kita benar-benar mempertimbangkan hal-hal tersebut sebelum membeli teleskop.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *