7 Hal yang Tidak Boleh Terlupa tentang Eyepiece

Eyepiece adalah bagian teleskop yang sering disebut dalam artikel-artikel di web ini. Namun, apakah kita sudah mengenal seluk beluk eyepiece? Dalam artikel kali ini, kita akan melihat berbagai sifat dari eyepiece.

Tugas dari eyepiece dalam teleskop adalah untuk menampung cahaya dari sistem optik teleskop untuk kemudian diperbesar, sehingga menunjukkan lebih banyak detil yang dapat dilihat oleh mata manusia. Berikut adalah karakteristik eyepiece yang perlu kita kenali:

Diameter Eyepiece

Saat melihat spesifikasi teleskop, biasanya kita melihat tulisan “eyepiece diameter”. Yang dimaksud dengan istilah ini ialah diameter/garis tengah dari eyepiece. Terdapat tiga jenis nilai diameter eyepiece, yakni 0,965″, 1,25″, serta 2″. Perbedaan ini tidak berpengaruh terhadap kualitas gambar yang dihasilkan, kecuali pada 0,965″ dimana citra yang dihasilkan bukanlah citra dengan kualitas tertinggi, karena pada umumnya eyepiece sekecil ini dibuat dengan budget minimal.

Kaleng soda, eyepiece 2″, 1,25″, dan 0,965″

Panjang Fokus Eyepiece

Saat kita melihat sebuah eyepiece, angka inilah yang paling menonjol, karena tercetak paling besar di eyepiece. Misal, kita dapat melihat tulisan “20mm” atau “4mm”. Angka tersebut menandakan panjang fokus eyepiece (dalam milimeter). Dapat dibilang ini adalah ciri terpenting dari sebuah eyepiece, karena ini menentukan perbesaran yang akan diberikan oleh eyepiece.

Desain Optik

Kita mungkin juga dapat melihat huruf atau tulisan pada eyepiece (seperti “H”, “SR”, “Pl”, dll). Huruf-huruf tersebut menandakan jenis-jenis eyepiece, lebih tepatnya jenis desain optik eyepiece. Eyepiece Plossl (Pl) cukup bagus untuk berbagai kondisi pengamatan dan sering dijual dengan teleskop-teleskop untuk pemula. Sayangnya, beberapa teleskop pemula dibundel dengan eyepiece yang kurang bagus. Contohnya, jenis Huygens (H) dan Symmetric Ramsden (SR). Jenis-jenis ini juga banyak dalam teleskop-teleskop pemula karena tidak mahal untuk dibuat. Namun, performa H dan SR tidak sebagus Pl.

Coated Optic

Layaknya pada optik teleskop refraktor, eyepiece menggunakan lensa. Akan tetapi, tidak ada lensa yang sempurna. Setiap lensa pasti hanya meneruskan sebagian cahaya yang ia terima. Agar sebuah lensa dapat meneruskan cahaya sebanyak mungkin (transmisivitas tinggi), maka lensa perlu dilapisi oleh lapisan antipantulan. Kita bisa tahu bahwa sebuah lensa telah dilapisi saat kita melihat eyepiece di bawah cahaya lampu atau Matahari. Lensa yang telah dilapisi akan memantulkan bayangan hijau atau coklat. Semakin banyak permukaan yang dilapisi dan jumlah lapisan untuk tiap permukaan, maka semakin baik pula citra yang akan kita lihat (kontras yang bagus dan objek nampak terang).

Parafokal

Saat mulai mengamati langit, biasanya kita memakai eyepiece dengan panjang fokus yang besar dahulu, agar lebih mudah mengatur fokus. Kemudian, kita memakai eyepiece dengan panjang fokus yang kurang dari itu, untuk mendapatkan perbesaran yang kita inginkan. Nah, apabila eyepiece-eyepiece kita memiliki sifat parafokal, maka walaupun kita gonta-ganti antar-eyepiece, kita hampir tidak perlu mengatur fokus kembali.

Perbesaran

Inilah yang biasanya kita pikirkan saat merencanakan pengamatan astronomi. Seberapa kuat daya perbesaran yang kita inginkan? Atau seberapa luas medan pandang yang kita butuhkan? Nah, aturan pokok dalam bagian ini adalah:

Perbesaran bukanlah faktor utama kualitas eyepiece.

Setelah kita setuju dengan kalimat tersebut, barulah kita dapat mengamati langit dengan tenang. Untuk menghitung perbesaran, maka kita membutuhkan dua informasi, yakni panjang fokus eyepiece serta panjang fokus teleskop.

Untuk menghitung perbesaran, cukup bagi panjang fokus teleskop terhadap panjang fokus eyepiece.

Perbesaran = (panjang fokus teleskop) / (panjang fokus eyepiece)

Misal, kita memiliki teleskop TPO 12″ F/8 RITCHEY-CHRETIEN ASTROGRAPH CARBON TRUSS TUBE OTA dengan panjang fokus 2432 mm. Karena hendak mulai mengamat, kita memakai eyepiece dengan panjang fokus 40mm. Oleh karena itu, perbesaran yang diberikan adalah 2432 mm / 40 mm = 60,8 kali.

Setelah kita mencapai titik fokus dengan eyepiece tersebut, kita menginginkan perbesaran yang lebih. Kemudian, kita mengganti eyepiece 40 mm dengan 10 mm. Maka, perbesaran yang dihasilkan adalah 243,2 kali.

Medan Pandang

Medan pandang ialah seberapa luas bidang yang kita pandang saat kita meneropong. Terdapat dua jenis medan pandang ketika kita berbicara mengenai eyepiece. Yang pertama adalah medan pandang semu. Medan pandang semu sebuah eyepiece adalah karakteristik intrinsik (bawaan) dari eyepiece tersebut. Ini tidak bergantung kepada jenis teleskop apa yang digunakan. Misalkan eyepiece adalah sebuah jendela. Maka, medan pandang semua adalah ukuran seberapa besar jendela yang memampukan kita untuk melihat ke luar. Nilainya berkisar antara 30 derajat (sempit) hingga lebih dari 80 derajat (sangat lebar). Pada umumnya, eyepiece untuk pemula memiliki medan pandang semu 40-50 derajat. Eyepiece dengan medan pandang semu yang lebar cenderung berharga mahal (jutaan rupiah).

Medan pandang lainnya adalah medan pandang sejati. Ini adalah ukuran seberapa banyak luas langit yang benar-benar kita lihat melalui kombinasi teleskop dan eyepiece. Oleh karena itu, nilai medan pandang sejati bervariasi dengan pasangan teleskop dan eyepiece yang unik. Pada dasarnya, semakin besar daya perbesaran yang kita pakai, semakin kecil bagian langit yang kita lihat.

Misal, Bulan memiliki diameter sekitar 0,5 derajat. Kebanyakan teleskop kecil dengan perbesaran yang rendah dapat melihat seluruh bagian Bulan (termasuk langit di sekitarnya). Jika kita mengganti eyepiece dengan yang lebih pendek (panjang fokusnya), maka kita hanya dapat melihat sebuah kawah Bulan dalam sekali pengamatan. Jadi, dengan sebuah pasangan teleskop-eyepiece, kita dapat melihat sebuah luasan tertentu dari langit. Untuk sebuah kombinasi teleskop pemula dengan eyepiece dengan perbesaran yang lemah, medan pandang sejati pada umumnya bernilai sekitar dua derajat (ini berarti medan pandang tersebut bisa mencakup empat Bulan yang dijajarkan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *