Apa pentingnya diameter bukaan dalam teleskop?

Faktor diameter bukaan adalah salah satu hal yang sering ditanyakan oleh pengunjung.

“Apa bedanya diameter 80 milimeter dengan 90 milimeter?”

Jawaban singkatnya: sangat berbeda!

Diameter bukaan adalah faktor kunci kekuatan teleskop dalam mengumpulkan cahaya. Untuk itu, kita akan bahas beberapa dampak dari perbedaan diameter bukaan.

 

Jumlah objek yang dapat diamati

Seberapa banyak objek langit yang bisa kita lihat dengan teleskop ada kaitannya dengan ukuran diameter teleskop. Teleskop yang kecil (diameter kurang dari 4 inci) tidak dapat melihat banyak bentuk nebula dan galaksi. Namun, kita perlu mengingat bahwa antara tahun 1750-1800, Charles Messier mencatat sekitar 100 objek langit yang bukan titik, dan menyusunnya ke dalam sebuah katalog, yakni Katalog Messier. Diameter efektif teleskop yang ia pakai kira-kira sama dengan 3,5 inci dalam teleskop zaman sekarang.

Tabel di bawah ini memberikan perkiraan efek yang bagus bahwa diameter berpengaruh terhadap berapa banyak objek yang dapat dilihat. Kita menggunakan objek bintang untuk menunjukkan peningkatan pada jumlah objek yang terlihat dengan diameter teleskop yang semakin besar. Perbandingan terhadap mata telanjang juga dituliskan sebagai referensi. Magnitudo Batas mengacu pada kecerlangan benda paling redup yang dapat dilihat oleh teleskop berdiameter tertentu. Harap ingat bahwa jumlah ini juga dipengaruhi oleh kondisi pengamatan lokal, kualitas lensa teleskop, eyepiece, serta mata pengamat.

Diameter Diameter Magnitudo Jumlah bintang teramati
(inci) (mm) Batas (perkiraan)
Mata telanjang 7 6 (maksimum) 8500
4 102 13 15 juta
6 152 13,5 30 juta
8 203 14 45 juta
10 254 14,5 85 juta
12.5 318 15 130 juta

 

Kualitas Citra

Semakin besar diameter bukaan, semakin terang dan tajam citra objek yang dihasilkan oleh teleskop. Bagi astrofotgrafer, ini tidak bisa ditawar!

 

Ukuran, dudukan, serta berat

Diameter bukaan teleskop menentukan lebar tabung yang menahan optiknya. Ini berarti semakin besar diameter bukaan, semakin besar juga tabungnya. Contohnya, dua teleskop di bawah ini. Gambar di kiri adalah refraktor Bresser Messier AR-70/700 AZ TELESCOPE (109 Euro). Gambar di kanan adalah refraktor  Bresser Messier AR-102L/1350 EXOS-1/EQ4 (509 Euro).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AR-70/700 memiliki diameter bukaan 70 mm (7 cm) dan bobot total 4,9 kg*, sedangkan AR-102L/1350 memiliki diameter bukaan 102 mm (10,2 cm) dengan bobot total 27,15 kg*. Diameter kedua teleskop pabrikan Jerman ini hanya berbeda sebesar 3,2 cm

(10,2 – 7). Namun, bobotnya sangat berbeda. Ini menyebabkan AR-102L/1350 membutuhkan dudukan yang lebih kokoh dan besar, sehingga teleskop ini dapat digunakan dengan nyaman.

Untuk memberikan perbandingan yang lebih dahsyat, berikut adalah teleskop Zeiss di Observatorium Bosscha. Teleskop ikonik milik Bosscha ini ‘hanya’ berdiameter 60 cm. Ini tergolong kecil dibandingkan dengan teleskop-teleskop baru observatorium luar negeri zaman sekarang, yang diameternya dalam satuan meter. Zeiss adalah refraktor ganda yang didatangkan pada tahun 1928. Dengan diameter bukaan sekitar enam kali bukaan AR-102L/1350, Zeiss memiliki daya kumpul cahaya sekitar 36 kali lebih kuat daripada AR-102L. Namun, hal ini dibayar dengan bobot yang jauh lebih berat, yakni seberat 17 ton.

Harga

Terakhir, harga adalah perbedaan yang sangat jelas. Sebab, astronom pemula biasanya suka membeli teleskop dengan batasan berupa budget. Harga AR70/700 di website resmi Bresser adalah 109 Euro. AR102L/1350 dibanderol dengan harga yang lebih fantastis, yakni 509 Euro. Dalam kasus perbandingan ini, untuk sebuah teleskop dengan diameter 3,2 cm lebih lebar, kita perlu mengeluarkan ekstra 400 Euro. Apakah yang membuat AR102L/1350 lebih mahal? Setidaknya terdapat dua faktor yang membuat harga menjadi lebih mahal:

  • Optik yang lebih besar membutuhkan biaya bahan optik dan tabung teleskop yang lebih besar
  • Dudukan yang lebih besar membutuhkan biaya bahan yang lebih besar
  • Dudukan AR102L/1350 membutuhkan pemberat supaya seimbang, sehingga ada biaya tambahan untuk itu.

Itu bahkan belum termasuk biaya proses material menjadi teleskop (perakitan) dan biaya jasa lainnya. Maka, jangan heran apabila dengan perbedaan diameter yang sedikit, harga dapat berbeda jauh.

Namun, jika kita membutuhkan teleskop dengan daya kumpul cahaya yang mumpuni dan multiguna, maka tidak ada salahnya untuk menabung demi teleskop yang lebih besar.

 

*Bobot total dalam packing yang dikirim. Bobot bersih seharusnya tidak berbeda jauh dari nilai tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *